Keterbatasan Infrastruktur IT? Tidak Perlu Khawatir

Latest Comments

No comments to show.

Banyak sekolah khawatir bahwa keterbatasan perangkat dan jaringan internet akan menghambat penerapan sistem digital. Padahal, dengan platform ini, hambatan tersebut dapat diminimalisasi.

Fleksibilitas Perangkat

Aplikasi sekolah ini berbasis web dan native app sehingga dapat dijalankan di berbagai perangkat: laptop, desktop, tablet, hingga ponsel. Tidak perlu investasi besar untuk hardware khusus—cukup gunakan perangkat yang sudah dimiliki sekolah maupun guru.

Internet yang Ringan

Koneksi internet minimum 2 bar 3G atau 4G sudah cukup, karena aplikasi dirancang berbasis teks yang ringan. Untuk sekolah, disarankan memiliki perangkat tambahan seperti Mikrotik untuk memantau lalu lintas jaringan dan menjaga stabilitas. Selain itu, sekolah idealnya menyiapkan satu koneksi cadangan (misalnya tethering HP atau fiber) agar layanan tetap berjalan saat terjadi gangguan.

Infrastruktur di Kota Besar

Sebagian besar sekolah yang menjadi target penerapan sudah berada di kota besar dengan infrastruktur internet yang relatif baik. Data dari Speedtest Global Index menunjukkan rata-rata kecepatan internet di kota seperti Makassar (40,37 Mbps), Jakarta (35,54 Mbps), Tangerang (33,40 Mbps), Palembang (33,18 Mbps), dan Medan (32,30 Mbps) sudah lebih dari cukup untuk mendukung platform ini.

Kesimpulannya, keterbatasan infrastruktur IT bukanlah hambatan besar. Dengan fleksibilitas perangkat, kebutuhan internet yang ringan, serta opsi backup, sekolah dapat dengan mudah mengadopsi sistem ini dan menikmati manfaat digitalisasi tanpa perlu khawatir.

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *